Fase
Semua orang pasti pernah mengalami beberapa fase dalam hidupnya. Kalo di sini yang mau dibahas bukan fase secara biologis karena semua yang baca pasti udah pinter, jadi tidak perlu dijelaskan. Alias yang nulis juga nggak paham😛
Fase yang mau dibahas di sini adalah tahapan perjalanan hidup gitu lah, ciyeh. Serasa udah menjalani hidup 50 tahun lamanya kayak Yuni Shara, padahal baru aja menginjak 26 tahun. Tulisan ini bukan termasuk nasihat, tapi cuma reminder buatku sendiri kalo semua itu ada waktunya dan fasenya. Pasti suatu saat kamu akan muak ada di lingkaran itu dan siap berpindah di lingkaran yang lain. Lingkaran yang lebih, antara lebih menyenangkan atau kembali lebih menyedihkan 😂
Fase awal yang kualami muncul karena ada masalah dulu. Seperti yang udah aku ceritakan sebelumnya, aku termasuk orang yang sangat overthinkingan dan nggak percaya diri. Intinya mau tidur dan bangun tidur, semua dipikir. Awalnya cuma mikirin satu ketidakberhasilan, eh malah muncul ketidakberhasilan yang lain yang jadi beban pikiran baru. Akhirnya ngeluh mulu tiap hari. Temen-temenku dulu pasti capek jadi sampah emosiku. Terima kasih ya sudah menemani di versi burukku.
Sekitar tahun 2022 aku mencoba buat menahan nggak mengeluh, intinya cerita-cerita yang ujungnya cuma mengeluh dicoba ditahan, tapi ternyata nggak berhasil di tahun itu. Nggak berhenti di situ, tahun-tahun berikutnya pun juga aku coba buat nahan nggak mengeluh dan masih gagal.
Ternyata di pertengahan tahun 2026, aku berhasil. Nggak berhasil sepenuhnya, tapi seenggaknya aku bisa mengeluh sendiri tanpa menularkan energi negatif ke orang lain setiap harinya. Sebel sama orang tuh jelas ada, pusing karena kerjaan ya ada dong. Tapi lama-kelamaan sesuatu yang aku anggap bad day atau hal yang menyebalkan itu bisa dilalui dengan dijalani aja tanpa harus mengeluh dan bercerita. Makin tahun, teman makin tua, dan jarak makin jauh. Bukan karena nggak enakan mengganggu waktunya, tapi udah di titik "ceritanya besok aja kalo ketemu" atau "ceritanya besok aja kalo pas telpon." Karena daripada chat panjangnya numpuk, mending besok aja kalo ketemu. Daripada merasa terbebani ada chat yang numpuk, ya kan.
Dulu aku juga pengennya cuma bergaul sama orang-orang yang harinya bad mulu aja, kalo lingkup orang yang semangat gitu rasanya gak cocok HAHAHA KOCAK. Yah, kadang kan kita akan ngerasa cocok dengan menarik lingkungan yang vibesnya sama, sama-sama buruk, ehe. Eh ternyata bener, lama-lama rasanya capek di fase itu. Dan sekarang bisa menerima lingkungan pertemanan yang lebih semangat.
Sekarang udah nggak begitu cocok lagi buat bacain quotes yang loyo-loyo macam orang nggak semangat hidup gitu, maunya yang melihat dunia dengan penuh percaya diri dan harapan, ceilah. Genre-genre drama korea sejenis My Liberation Notes adalah favoritku, tapi sekarang nggak terlalu diromantisasi. Misalnya kalau ada adegan yang relate sama kehidupan nyata, ya yaudah dianggap relate aja, kalo di jadiin adegan ya berarti udah jadi masalah global wkwk. Kalo dibilang lepas banget dari perasaan putus asa juga enggak, tapi belajar untuk lebih yaudah yang sadar kalau kehidupan memang begitu. Jadi bukan benci quotes 5L, letih lemah lesu lunglai love you. Masanya udah lewat aja. Setiap waktu ada itunya dan setiap orang ada masanya.
Setiap orang pasti pengen kalau di sekitarnya dikelilingi orang-orang yang menyenangkan, semoga aku bisa jadi salah satu orang yang menyenangkan itu, tapi nggak janji wkwk. Jadi penasaran apa yang harus aku lalui setelah fase ini????

Komentar
Posting Komentar